User Information
Username:
Password:
We are a free and open
community, all are welcome.
Click here to Register
Navigator
TOPIK TERKINI
Kisah Kat Xat Mamak..
by: alizalizaza
Wed May 23, 2012 7:32 pm
View latest reply...

Main Owner, Owner, Moderator CB KAMPUNG 2012
by: ren aka twin fighter
Wed May 23, 2012 7:20 pm
View latest reply...

Cara Untuk Gembirakan Hati Yang Sedih..
by: catwang
Wed May 23, 2012 7:17 pm
View latest reply...

knape benang share movie drama x leh bkak?
by: catwang
Wed May 23, 2012 7:14 pm
View latest reply...

OMBAK RINDU 2011
by: catwang
Wed May 23, 2012 7:11 pm
View latest reply...

layannn
by: catwang
Wed May 23, 2012 7:10 pm
View latest reply...

MAHATHIR PM ke 2 paling korup
by: zperindu
Wed May 23, 2012 7:07 pm
View latest reply...

CADANGAN REPORT REPOST
by: AsH_4evaNone
Wed May 23, 2012 7:06 pm
View latest reply...

Geng PERKASA Mengamuk
by: zperindu
Wed May 23, 2012 6:58 pm
View latest reply...

KampungBOT - semuanya disini [update - 18/5/2012]
by: Shiety
Wed May 23, 2012 6:53 pm
View latest reply...

DJ tgh ONAIR di kick RADIO oleh dj lain?????
by: SeraKhan007
Wed May 23, 2012 5:43 pm
View latest reply...

Gurauan bo.doh bawa padah
by: asakura_yoe
Wed May 23, 2012 4:16 pm
View latest reply...

Video debat Rafiziramli dan khairykj Isu PTPTN
by: pesalsengal
Wed May 23, 2012 3:03 pm
View latest reply...

Campak 2 anak dari tingkat 6
by: Dynaz
Wed May 23, 2012 2:37 pm
View latest reply...

K-Pop ArTis!!!makin rmai org melayu ske...!!!
by: Dynaz
Wed May 23, 2012 2:30 pm
View latest reply...

salam perkenalan..
by: death_angel
Wed May 23, 2012 1:42 pm
View latest reply...

Biodata warga kampung.. Jom berkenalan!
by: ara_ngeeee
Wed May 23, 2012 12:37 pm
View latest reply...

Pancutan pra matang atau masalah pancut awal??
by: cinta2012
Wed May 23, 2012 12:22 pm
View latest reply...

share twitter id kt sini
by: renieby
Wed May 23, 2012 11:07 am
View latest reply...

Rahsia Minyak Penaik Nafsu Wanita
by: zul adnan
Wed May 23, 2012 12:42 am
View latest reply...

Jom Tepek Gambar Chatter Mamak..
by: Shiety
Wed May 23, 2012 12:09 am
View latest reply...

Gempar manusia separuh badan
by: lina014
Tue May 22, 2012 10:27 pm
View latest reply...

TOLAK .. TOLAK .. TOLAK BN ... TOLAK UMNGOK
by: eifacuteatlast
Tue May 22, 2012 9:01 pm
View latest reply...

Orang Melayu Islam Di Malaysia Baca Ni... Amat Penting!!!!
by: zperindu
Tue May 22, 2012 5:40 pm
View latest reply...

Online Users

In total there are 12 users online :: 3 registered, 0 hidden and 9 guests.

Most users ever online was 77 on Wed May 23, 2012 2:56 pm

Registered users: AsH_4evaNone, zis, zperindu based on users active over the past 5 minutes

Last Online
In order to view the online list you have to be registered and logged in.



We are a free and open
community, all are welcome.

Click here to Register

Iklan 125x125 px

Martabatkan Ulama:Seandainya Nik Aziz Gubernur Acheh?

Kongsi Info Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Keyakinan Diri Di Sini.

Moderator: nije

Forum Rules
Anda tidak tahu cara untuk mendaftar? Sila lihat DI SINI
Anda sudah mendaftar dan masih baru? Kenalkan diri DI SINI
Sila lihat peraturan KampungFM sebelum memulakan sesuatu topik DI SINI
Tutorial menggunakan forum seperti memasukkan gambar berada DI SINI
Kongsi page ini bersama rakan anda di Facebook
IKLAN

PostAuthor: nije » Thu Aug 25, 2011 4:10 pm

Image

Fakhruddin Lahmuddin bersama kawan-kawannya dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar bersilaturrahmi ke Negeri Kelantan, Malaysia. Mereka ingin menjumpai seorang pemimpin rakyat yang mungkin sekali tak ada di daerah lain, apalagi di Aceh.

Namanya Tuan Guru Dato’ Nik Abdul Aziz bin Nik Mat. Lebih akrab disapa “Nik Aziz”. Dia menjabat Menteri Besar (gubernur) Negeri Kelantan sejak 20 tahun terakhir. Karena kepemimpinannya, oleh rakyat, ia digelar Umar bin Khattab-nya Kelantan. Musabab itulah, Fakhruddin dan kawan-kawan ingin belajar pada gubernur berusia 84 tahun itu.

Saat tiba di depan pendopo, rombongan disambut sekretaris gubernur; karena Nik Aziz sedang dalam perjalanan pulang dari Kuala Lumpur. Lalu mereka dipersilakan duduk di ruang pertemuan berkapasitas 200-an orang. Sungguh, mereka terpana. Kursi dan meja kayu, kipas dan mimbar usang, pula perabotan lainnya, tampak sederhana, jauh sekali dengan di Aceh atau provinsi lainnya.

Tak berapa lama kemudian Nik Aziz hadir. Ia berjubah putih (selalu demikian, menurut cerita warga Kelantan). Mereka selanjutnya beramah-tamah. Usai Fakhruddin dan kawan-kawan menyampaikan maksud kedatangannya, Nik Aziz pun berbicara.

“Nak jaga dan bangun Kelantan tak sulit bagi saya. Yang sulit adalah nak jaga diri saya dari godaan duniawi,” tutur Nik Aziz menanggapi penilaian Fakhruddin dan kawan-kawan tentang ketenteraman Kelantan, dimana mayoritas penduduknya Melayu asli.

Pernyataan tersebut memantik semangat Fakhruddin untuk terus mengorek sisi menarik lain dari seorang Nik Aziz. Ketua MPU Aceh Besar itu pun memerolehnya dari melihat sendiri maupun berdasarkan cerita penduduk Kelantan.

Pertama, begitu dilantik jadi Menteri Besar (MB) Negeri Kelantan, dinas pembangunan umum setempat segera menawari Nik Aziz untuk mengaspal dan memperbaiki jalan sekitar rumah dan pesantren miliknya. “Jangan, jangan! Kenapa sebelum saya jadi MB tak diperbaiki? Tak boleh,” tegasnya. Orang dinas terdiam.


Kedua, Nik Aziz selama jadi gubernur tak pernah tidur di pendopo. Ia menilai, kalau tidur di pendopo harus menyewa guard (satpam) dan tukang kebun, misalnya. Lalu pekerja itu digaji dengan uang negara, dimana uang itu seharusnya dipakai untuk menyejahterakan rakyat. Ia tak mau begitu. Gubernur Aceh sekarang juga tak mau tidur di pendopo, tapi berbeda tujuannya dengan Nik Aziz.

Ketiga, Nik Aziz tinggal di rumah yang sangat sederhana. Rumahnya berkonstruksikan kayu. Kecil. Padahal sampai kini ia sudah punya 10 anak dan 55 cucu dari istri tunggalnya. Fakruddin dan kawan-kawan terpana lagi ketika berkunjung ke rumahnya. Tak ada satupun pengawal yang jaga-jaga di rumah pemimpin salah satu negara bagian Malaysia itu.

Keempat, Nik Aziz pelayan tamu. Suatu kali ada wartawan asing ingin menjumpai Nik Aziz di rumahnya. Usai dipersilakan masuk oleh seorang lelaki tua, wartawan itu menunggu sang gubernur. Tak lama kemudian, lelaki tua tadi keluar dengan membawakan minuman.

“Saya ingin menjumpai Nik Aziz, apa dia ada di sini?” kira-kira begitu tanya si wartawan. “Inilah saya Nik Aziz yang kamu maksud,” sahut lelaki tua itu. Si wartawan terkejut dan malu. Lalu satu pertanyaan menarik darinya timbul lagi kemudian, “Anda seorang gubernur, apa tidak takut tinggal di rumah dengan tak ada seorangpun guard?” Dengan mantap Nik Aziz menjawab, “orang yang perlu pengawal adalah orang yang punya musuh, punya masalah. Saya tak punya masalah dengan siapapun. Guard saya adalah beribadah kepada Allah.”

Kelima, Nik Aziz turut membersihkan tandas (sebutan WC oleh orang Malaysia). Suatu kali, sekira jam 3 pagi waktu Malaysia, seorang santri melihat ada bayang-bayang seorang lelaki di sebuah WC pesantren milik Nik Aziz. Ia heran, yang membersihkan toilet seharusnya tugas santri. Begitu didekatinya, ternyata lelaki itu pemimpin pesantren tempat dia belajar, yaitu Nik Aziz. Ia merasa malu.

Keenam, suatu malam, seorang warga keturunan Cina kebingungan karena mobil yang dikemudinya mogok. Lalu sebuah mobil tua berhenti. Seorang lelaki tua turun dari dalamnya. Lalu membantu si Cina itu. Bahkan ditemani sampai ke bengkel. Esok pagi, ia terkejut. Ia melihat di koran, ada foto orang yang membantunya semalam. Ternyata lelaki tua itu Nik Aziz.

***

Begitulah Nik Aziz. Fakhruddin Lahmuddin menceritakannya beberapa hari setelah ia pulang dari Kelantan. Tepatnya, Ketua MPU Aceh Besar itu mengisahkan kepada saya pada Jumat 27 Mei 2011 yang panas, usai mengajar di Fakultas Dakwah IAN Ar-Raniry Banda Aceh. “Masih banyak cerita menarik lain tentang Nik Aziz selama jadi gubernur, cerita yang nyaris mustahil ada pada diri pemimpin di Indonesia maupun negara lain,” katanya. Dia tidak sedang berbohong.

Adakah calon gubernur di Aceh seperti gubernur Kelantan iu?

Aceh di ambang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Sulit menemui calon pemimpin seperti Nik Aziz di Aceh, maka patut memilih yang mendekatinya,” kata pemimpin Ponpres Umardian itu.

Lalu dia menganalogikan pada seorang sopir bus penumpang yang mengalami situasi membahayakan. Tiba-tiba saja, sekitar tiga meter di depannya seorang lelaki tua sedang menyebrangi jalan dengan melangkah pelan, sendiri. Di kanan, bus lain berusaha menyalipnya. Sedang di kiri, ada jurang yang dalam. Sopir gamang. Kalau menabrak lelaki tua itu pasti mati. Kalau mengelak atau mengerem, bus pasti masuk jurang dan semua penumpang kemungkinan besar akan mati. “Pilih mana?”

“Begitu juga dalam hal memilih pemimpin,” katanya. Bila seandainya semua calon pemimpin tergolong zalim–baik tingkat tinggi maupun rendah–, maka patut memilih satu pemimpin yang zalimnya paling rendah di antara lainnya. Bila pada cerita sopir di atas, lebih bagus menabrak seorang lelaki tua itu daripada masuk jurang lalu semua penumpang mati.

Kemudian Fakhruddin menyebutkan satu hadits sahih riwayat Bukhari yang artinya, “Rasulullah pernah bersabda, `Bantulah saudaramu yang zalim dan yang terzalimi`. Lalu sahabat rasul bertanya,`Ya Rasulullah, kami tahu bagaimana cara membantu orang yang terzalimi, tapi bagaimana kami membantu orang yang zalim?` Rasulullah menjawab, `cegah ia dari melakukan kemungkaran.”

Musim Pilkada banyak “orang zalim” yang minta dibantu saat pemilihan. Bila ada pemimpin–yang sudah bisa dipastikan kalau kepemimpinannya kelak akan menyengsarakan rakyat–meminta bantuan pada kita untuk memilihnya, maka bantulah dia.

“Caranya, jangan memilihnya saat pemilihan berlangsung. Jika kemudian ditanya kenapa tak bantu, cukup dijawab, ‘saya sudah bantu Anda supaya tidak menjadi pemimpin yang zalim. Supaya kejahatan tidak terus bertambah. Maka saya bantu menguranginya dengan tidak memilih Anda saat pemilihan.’ Jika ada calon lain yang minta bantu juga, hadapi dengan cara yang sama,” katanya.

Maka jalan untuk menemukan Nik Aziz di Aceh akan terbuka meski dalam jangka yang lama, dengan catatan konsep “membantu orang zalim” itu harus konsisten dipegang rakyat. Jika tak besar gengsi, pemimpin di Indonesia patut meniru Nik Aziz. Dan andai saja Nik Aziz Gubernur Aceh sekarang, maka majulah Aceh.
disalin dari : Harian Aceh dan Tulahan.
Belajar dari pengalaman adalah guru yang paling baik. Jatuh pada lubang yang sama adalah suatu kebodohan.


Image
User avatar
nije
Moderator
Moderator
 
Age: 29
Posts: 5467
Mood: Bored
Joined: Wed Oct 21, 2009 12:32 pm
Location: subag jaya usj..The Redland a.k.a Tanah Merah



Kongsi page ini bersama rakan anda di Facebook
IKLAN

Similar topics


Return to Motivasi & Inspirasi

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests